Mencegah Telur Murai Batu Gagal Menetas? Perhatikan Hal-Hal Ini

Sedang mencari cara mencegah telur murai batu gagal menetas? Anda Berternak burung memang bisa dibilang gampang-gampang sulit. Ada kalanya kita hanya perlu memberi pakan, dan ada kalanya pula kita harus mengeluarkan usaha ekstra dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan lingkungan anda berternak. Di sinilah kesulitan yang kita temui akan membuat kita menjadi bingung, apalagi saat musim kawin, maka anda harus lebih memperhatikan burung murai batu anda. Nah, untuk membantu anda mengatasi masalah ini, kami memiliki beberapa informasi yang bisa anda gunakan untuk membantu burung murai anda menetaskan telur dengan baik.
Sebelum ke akar masalah, ada beberapa hal yang harus anda benahi agar penetasan telur berhasil. Di bawah ini, apa yang akan kami berikan untuk anda akan memberikan perubahan yang positif bagi burung murai anda.


Indukan Yang Berkualitas
Dalam hal ini, anda harus memperhatikan indukan burung murai anda. Seperti yang kita ketahui, banyak dari kasus yang terjadi dikarenakan bahwa indukan tidak bisa bertelur. Biasanya, peternak tidak memperhatikan kondisi fisik dari burung murainya. Contoh yang bisa diperhatikan adalah usia yang belum matang. Kenapa? Karena jika indukan jantan belum mencapai masa untuk melakukan perkawinan, maka niat anda untuk mengembang-biakkan murai batu bisa sia-sia. Lebih jelasnya, burung murai batu jantan belum brai – atau birahi. Di sini, umur murai jantan yang siap melakukan perkawinan adalah sekitar 10 bulan. Jadi, pastikan bahwa umurnya sudah mencapai masa kawin yang pas.



Kesehatan dan Kondisi Lingkungan
Mungkin hal ini terlihat remeh bagi anda. Namun, ternyata kedua hal ini mempengaruhi bagaimana indukan akan memberikan anakan yang berkualitas atau tidak. Lingkungan yang bersih, pastinya akan membuat burung murai anda menjadi nyaman dan sehat. Selain itu, anda juga bisa memperhatikan faktor suhu di tempat anda menangkar burung. Kenapa? Karena burung murai bukan tipe burung yang cocok di udara dingin. Jadi, membuat kandang yang memiliki kehangatan akan membuat burung murai anda lebih sehat. Kalau perlu, anda bisa menambahkan lampu dop kuning untuk membantu meningkatkan suhu. Di samping itu, anda juga bisa membuatkan tempat seperti rumah alami burung murai – dari serat-serat pohon, dll.
Tak hanya itu, memperhatikan nutrisi burung murai anda juga sangat penting sekali. Di sini, kalau anda memberikan pakan yang bernutrisi pastinya akan membuat burung murai anda menjadi lebih sehat. Selain itu, anakan yang akan dihasilkan juga akan berkualitas. Hal lain yang harus anda perhatikan adalah memberikan pakan sesuai dengan yang dibutuhkan – pastikan tidak kekurangan makanan. Untuk mereka para peternak burung murai yang sudah berpengalaman, biasanya ada tambahan nutrisi dari vitamin untuk diberikan pada burung yang satu ini. Dalam hal ini, vitamin akan mengurangi resiko burung murai batu mendapatkan penyakit.
Di sisi lain, ada beberapa hal yang bisa dijadikan patokan untuk menngetahui apakah burung murai batu sudah siap untuk dikawinkan. Di sini, perubahan hormonal akan mempengaruhi perubahan perilaku murai batu yang anda ternak. Seperti mengeluarkan bunyinya yang khas secara terus-menerus, menjadi semakin agresif, dan selalu melakukan pergerakan kesana-kemari. Jika anda sudah paham dengan hal ini, maka anda bisa mengawinkan pejantan murai batu dengan betinanya. Nah, jangan sampai anda tidak segera melakukan perkawinan karena betinanya tidak akan mendapatkan sel sperma untuk menciptakan anakan. Anda bisa melihat faktor lain yang menyebabkan telur yang gagal menetas di bawah;


Kondisi Kandang
Biasanya, masalah yang satu ini menjadi masalah yang banyak tidak diketahui oleh peternak yang masih belum berpengalaman. Ketika betina murai batu sudah menetaskan telurnya, hal buruk yang terjadi adalah ketika burung-burung tersebut tidak sengaja merusak telurnya sendiri. Adalah sifal alamiah dari burung murai batu untuk menyusun sarang atau tempat menetas yang berantakan. Dalam hal ini, murai batu yang anda ternak bahkan mengabaikan bahwa ada telur-telur yang harus dijaga. Oleh karena itu, untuk menghindari masalah yang satu ini, anda bisa membantu menyusunkan tempat menetaskan telur mereka.
Di samping itu, suhu dari tempat murai batu menetaskan telurnya juga mempengaruhi. Sekali lagi, hal ini memang memiliki hubungan dengan kondisi lingkungan yang telah kami bahas sebelumnya. Nah, jika suhu di lingkungan tempat murai batu anda terbilang cukup dingin, maka akan ada kemungkinan kegagalan penetasan telur. Meskipun hal ini membuat kita berpikir bahwa mereka akan mengerami telurnya, namun hal ini tidak berarti sedemikian rupa. Untuk menurunkan resiko kegagalan yang disebabkan oleh suhu, anda bisa membuatkan wadah untuk tempat melakukan penetasan yang dilengkapi dengan lampu dop kuning. Kenapa? Karena hal ini juga akan mempengaruhi suhu dan memberikan kehangatan bagi betina murai batu dan juga telur-telurnya.


Makanan Yang Bergizi
Memperhatikan waktu makanan memang hal yang sangat penting – terutama jika anda memberikan makanan yang memiliki nutrisi yang tinggi. Dalam hal ini, anda bisa memberikan makanan bersumber protein yang tinggi dari kroto. Anda sebaiknya menghentikan pemberian voor karena makanan tersebut tidak memberikan protein yang cukup – jika dalam masa kawin. Selain itu, ada juga makanan alternatif lain yang juga sangat disukai oleh murai batu yaitu ulat kandang dan jangkrik. Di sisi lain, jika anda mendapati murai batu anda seperti tidak nafsu makan, maka anda bisa memberikan obat penambah nafsu makan yang juga mengandung antibiotik. Untuk menghindari telur yang gagal menetas, ternyata juga dipengaruhi oleh faktor makanan. Kenapa? Karena kualitas telur juga didapat dari apa yang dikonsumsi murai batu anda. Jadi untuk mencegah telur murai batu gagal menetas, jangan lupa untuk memberikan nutrisi yang cukup. 

Artikel Terkait

Share this: