Mengenal Lebih Dekat Burung Anis Kembang

Sebelumnya saya sudah membahas tentang anis merah dan sekarang saya akan membahas tentang saudaranya yaitu Anis Kembang.  Meskipun sama–sama dari keluarga anis, kedua burung ini memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing. Anis kembang dengan nama lain Punglor Kembang / Anis Cacing memiliki persebaran paling banyak di hutan-hutan primer dan sekunder di daerah Nusa tenggara, Sunda besar, dan pulau-pulau lain di daerah Asia tenggara.

Nama latin Anis Kembang adalah Zoothera Interpres,
nama umum dalam bahasa inggris : Chestnut-capped Thrush

Anis kembang juga termasuk jenis burung yang monomorfik, yaitu antara jantan dan betina tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Tapi jika diperhatikan dengan seksama kedua ciri jantan dan betina dapat dilihat melalui mata dan kelopak matanya, bulu dan cara berdiri. Jika mata anis kembang menonjol, itu tandanya burung jantan. Sebaliknya apabila matanya datar itu adalah anis betina. Jika dilihat dari warna bulu, bulu anis jantan berwarna lebih tegas dan lebih gelap dibandungkan dengan betina. Sedangkan jika dilihat dengan cara berdirinya, jantan cenderung berdiri dengan merapatkan kakinya. Dan betina berdiri dengan sedikit merenggang dan menunduk.
sumber gambar : www.pinterest.com
Perbandingan dengan anis merah , anis kembang memiliki panjang tubuh yang lebih kecil. Bahkan anis kembang merupakan jenis anis tekecil jika dibandingkan dengan jenis anis peliharaan lain. Panjang tubuhnya hanya sekitar 16 cm bewarna hitam pada bagian leher sampai dada, memilliki kepala atas dan tengkuk bewarna coklat kemerahan. Sedangkan pada sayap sampai ekor berwarna hitam dengan dua garis putih disayap yang mencolok. Pada bagian perut anis kembang bewarna putih bersih dengan bintik hitam pada sisi tubuhnya. Panjang ekor anis kembang bisa dikatakan sangat pendek, bahkan panjangnya hampir sama panjangnya dengan bulu sayapnya. Secara keseluruhan anis kembang memiliki ukuran tubuh yang kecil dan kaki yang pendek.
sumber gambar : ibc.lynxeds.com
Di Indonesia  perkembangan anis kembang sebagai burung kicauan sempat mencapai puncak kejayaan pada tahun 2000 (omkicau.com) satu ekor burung anis kembang yang sudah mapan bisa mecapai harga 10jt rupiah (pada saat itu), sebuah rekor harga burung yang belum pernah dicapai burung jenis lain. Sebagai burung kicauan yang dipelihara, anis kembang memiliki beberapa keunggulan daripada jenis anis lain ataupun jenis burung lain. Tipe suara anis kembang sangat bervariatif serta memiliki warna suara yang merdu dan sifat berkicau-nya  tanpa suara-suara ngeban, yaitu suara yang selalu diulang dan membosankan. Secara umum anis kembang juga jauh lebih unggul karena anis kembang biasanya lebih gampang bunyi dan tidak mudah stres serta perawatan harian yang cukup mudah.

Persebaran habitat anis kembang di Sumatera, Kalimantan dan Jawa terdapat di hutan dataran rendah. di Bali kadang ditemukan di hutan perbukitan, sedangkan  di Lombok antara 200-1300 mdpl. Di Sumbawa  200-1000 mdpl dan di Flores bisa dijumpai  di dataran rendah sampai 1000 mdpl.
Sedangkan anis kembang di kalangan penghobi burung banyak berasal dari 3 tempat, yaitu Tasik/jabar, Sumbawa/bali, dan Kalimantan/borneo. Dari 3 tempat tersebut anis kembang hanya memiliki perbedaan di bentuk fisik dan corak bulunya saja. sedangkan untuk volume, mental dan gaya bertarungnya tidak ada perbedaan didasarkan asal tempat tersebut.
Perbedaan ciri fisik antara 3 tempat asal anis kembang tersebut adalah sebagai berikut (kicaumania.or.id)

  • Anis Kembang Tasik : Warna trotol pada bagian dada tidak ngeblok/cenderung beraturan (bercorak), sementara bulu putih pada sayapnya terputus-putus  seperti sisir.
  • Anis Kembang  Sumbawa : Warna trotolnya di dada terlihat ngeblok dan cenderung tidak beraturan, sementara bulu putih pada sayap tertata rapi membentuk bulatan seperti mega.
  • Anis Kembang Kalimantan : Warna trotol di dada terlihat ngeblok cenderung tidak beraturan. Terdapat warna bulu kuning kecoklatan berbaur dengan warna trotol hitam pada bulu dada hingga singga sisi kiri dan kanan di bawah bulu sayap. Sedangkan warna putih pada sayap membentuk mega dan terputus-putus.

sumber gambar : www.mediaronggolawe.com
Anis kembang di alam liar memiliki sifat yang pemalu dan sulit untuk dilihat diantara semak-semak dan pohon kecil di dasar hutan. Begitu juga saat berkicau, anis kembang jarang kelihatan karena suka bersembunyi dan hanya dapat mendengar suaranya saja. Makanan alami anis kembang adalah buah-buahan di hutan seperti pir, tomat, papaya. Selain itu anis kembang juga memakan serangga kecil yang hidup ditanah seperti jangkrik, siput air dan cacing. Kegemaran memakan cacing inilah kenapa anis kembang juga memiliki julukan anis cacing. Apabila datang musim kawin antara bulan april –mei  burung anis kembang akan gencar-gencarnya berkicau dan akan ganas terhadap sesama jenisnya. Satu betina anis kembang bisa bertelur antara 3-4 butir, telurnya memiliki cangkang bewarna putih dengan bercak abu-abu dan coklat.

FYI saat artikel ini ditulis harga anakan anis kembang bekisar antara Rp 400.000- Rp 600.000 rupiah
Terima kasih semoga bermanfaat.

referensi : wikipedia.org | omkicau.com | kicaumania.or.id
gambar : www.mediaronggolawe.com | ibc.lynxeds.com | www.pinterest.com
Kicau Cicicuit
5 stars - "Informasi Seputar Burung Kicauan" Kicau Cicicuit Informasi seputar info burung, jenis burung, penyakit burung, usaha ternak burung dan tips and trick seputar burung kenari , lovebird , murai batu , decu , prenjak , ternak burung, tips berternak, kicau mania , anis merah, anis, jalak, penangkaran burung, lovebird, ciri lovebird, masteran burung, burung master, penyakit burung, obat burung

0 Response to "Mengenal Lebih Dekat Burung Anis Kembang"

Posting Komentar