Kecantikan Jalak Lawu dan Mitos yang Menyertainya

Sebenarnya burung ini merupakan keluarga dari anis, tapi masyarakat sekitar lereng lawu sering menyebutnya dengan nama jalak lawu / jalak gading (karena bulunya berwarna gading). Membahas tentang jalak lawu pasti tidak akan jauh tentang mitos seputar jalak lawu dan gunung lawu. Jalak lawu dikisahkan merupakan jelmaan dari kyai lawu, seorang abdi setia Prabu Brawijaya V yang merupakan raja terakhir dari kerajaan majapahit yang melarikan diri ke gunung lawu diakhir masa kerajaannya. Ada juga yang bilang jalak lawu merupakan burung peliharaan Prabu Brawijaya V yang ikut menemani beliau melarikan diri ke gunung lawu.


Mitos yang beredar di masyarakat sekitar maupun pendaki adalah tidak boleh menggangu burung tersebut. Bagi yang melanggar larangan ini maka akan muncul suatu halangan atau musibah selama nanti dipendakian. Namun jika berniat baik maka burung ini kerap menjadi penunjuk arah bagi para pendaki agar tidak tersesat sampai dipuncak.  Selain menjadi petunjuk arah, jalak lawu juga sering menjadi penanda bahaya jika akan terjadi sesuatu dijalan nantinya. Seperti kejadian beberapa waktu yang lalu saat terjadi kebakaran hebat digunung lawu yang sampai menelan beberapa korban jiwa. Menurut penuturan saksi yang selamat mengatakan sebenarnya sudah diperingatkan oleh burung jalak lawu yang terbang-terbang menghalangi pendaki supaya berputar arah. Namun sayang sepertinya peringatan dari burung itu dihiraukan oleh beberapa pendaki sehingga harus menelan nyawa karena kobaran api. Untuk lebih jelasnya silahkan tonton video dari youtube berikut yang berisi wawancara oleh pendaki yang selamat dari bencana kebakaran digunung lawu beberapa waktu yang lalu. Simak penuturan saksi tentang jalak lawu mulai menit ke 2.


Terlepas dari mitos-mitos diatas jalak lawu merupakan burung endemik gunung lawu dan tidak dapat ditemukan didaerah lain. Mungkin banyak jenis burung anis gunung yang lain tapi jalak lawu (anis lawu ) hanya dapat dijumpai digunung lawu saja. Burung ini memiliki penampilan berwarna gading (agak coklat kehitaman) dengan paruh dan lingkar mata bewarna kuning. Beberapa waktu yang lalu saya sendiri juga diberi kesempatan untuk naik ke gunung lawu dan sepanjang perjalanan pulang selalu diikuti oleh burung tersebut. Dan memang benar jalak lawu memang sudah terbiasa dengan manusia, bahkan burung tersebut memiliki makanan kegemaran yang sudah bersimpangan dari makanan alaminya yaitu sisa-sisa mie instan dari para pendaki. Suara kicauan jalak lawu katanya sama dengan jenis anis gunung lainnya, tapi sepanjang perjalanan saat rombongan saya diikuti oleh burung tersebut saya hanya mendengar suara ngeriwiknya saja. sayang sekali ya padahal jarang-jarang bisa ketemu jalak lawu hhehe.. 



Jalak lawu/jalak gading yang juga dijadikan maskot dari kabupaten karanganyar ini bernama latin Turdus poliocephalus stresemanni.  Anda dapat menjumpai burung ini digunung lawu disekitar ketinggian 2000 Mdpl sepanjang jalur pendakian via Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, dan Candi Cetho. Makanan aslinya adalah buah-buahan kecil dan hewan-hewan invertebrata dipermukaan tanah. Tapi juga sering memakan makanan sisa pendaki karena sudah terbiasa dengan manusia yang sering memberi burung ini makanan. Populasi jalak lawu masih bisa dikatakan aman tapi juga tidak menutup kemungkinan populasi jalak lawu semakin sedikit karena rusaknya hutan karena kebakaran atau ulah manusia yang menjadi habitat aslinya digunung lawu.

Terima kasih semoga bermanfaat
referensi : omkicau.com | han-raven.blogspot.co.id | solopos.com | youtube.com akun : world class news channel
sumber gambar  : instagram.com akun: lawu mountain
Kicau Cicicuit
5 stars - "Informasi Seputar Burung Kicauan" Kicau Cicicuit Informasi seputar info burung, jenis burung, penyakit burung, usaha ternak burung dan tips and trick seputar burung kenari , lovebird , murai batu , decu , prenjak , ternak burung, tips berternak, kicau mania , anis merah, anis, jalak, penangkaran burung, lovebird, ciri lovebird, masteran burung, burung master, penyakit burung, obat burung

0 Response to "Kecantikan Jalak Lawu dan Mitos yang Menyertainya"

Posting Komentar